Pada musim hujan, populasi Aedes aegypti yang merupakan penyebab demam berdarah akan meningkat karena telur yang belum menetas akan menetas saat habitat perkembangbiakannya mulai tergenang air hujan. Saat populasi nyamuk meningkat, maka ini juga akan menyebabkan peningkatan penularan penyakit demam berdarah dengue.

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dengan penyebaran tercepat. Menjelang musim hujan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) umumnya akan menyerukan tindakan untuk meminimalkan penyakit dan kematian akibat demam berdarah.

WHO juga menyebutkan bahwa kejadian demam berdarah telah meningkat 30 kali lipat selama 50 tahun terakhir. Dari sekitar 2,5 miliar orang yang berisiko terkena demam berdarah secara global, sekitar 70 persen di antaranya tinggal di negara-negara Asia Pasifik.

Demam Berdarah di Musim Hujan

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sebenarnya fluktuatif, tetapi saat musim hujan, kejadian penyakit demam berdarah dengue (DBD) umumnya akan meningkat. Pada musim hujan populasi Aedes aegypti akan meningkat karena telur yang belum menetas akan menetas ketika habitat perkembangbiakannya mulai tergenang air hujan. Alhasil, ini bisa meningkatkan populasi nyamuk sehingga dapat menyebabkan peningkatan penularan penyakit demam berdarah dengue.

Selain itu, kelangsungan hidup nyamuk Aedes aegypti akan lebih lama bila tingkat kelembapan tinggi selama musim hujan, sehingga masyarakat harus lebih waspada pada saat memasuki musim hujan.

Demam berdarah disebabkan oleh salah satu dari empat jenis virus dengue. Kamu tidak bisa tertular demam berdarah karena berada di sekitar orang yang terinfeksi. Sebab demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Dua jenis nyamuk yang paling sering menyebarkan virus dengue ini umum ditemukan baik di dalam maupun di sekitar tempat tinggal manusia. Ketika nyamuk menggigit seseorang yang terinfeksi virus dengue, virus tersebut masuk ke dalam nyamuk. Kemudian, ketika nyamuk yang terinfeksi menggigit orang lain, virus memasuki aliran darah orang itu dan menyebabkan infeksi.

Nyamuk Aedes Aegypti

Ada beberapa ciri khas dari nyamuk Aedes aegypti, yaitu:

  • Ukuran dan warna tubuh nyamuk

Nyamuk Aedes aegypti mudah dikenali melalui warna dan bentuknya. Ciri khas nyamuk ini adalah ukurannya yang kecil dan memiliki tubuh berwarna hitam dengan belang putih di sekujur tubuhnya.

Nyamuk ini dapat terbang sejauh 400 meter, sehingga penyebaran virus dengue dapat terjadi hingga jarak yang jauh dari tempat nyamuk bersarang.

  • Berada di air yang bersih

Nyamuk Aedes aegypti memilih bersarang dan bertelur di tempat yang lembap, seperti genangan air yang jernih. Di dalam rumah, nyamuk ini banyak ditemukan berkembang biak di tempat penampungan air, misalnya bak mandi, vas bunga, talang air, atau tempat minum hewan peliharaan.

Nyamuk juga dapat bersembunyi di sudut rumah yang minim cahaya, seperti kolong tempat tidur atau di balik lemari. Di luar rumah, nyamuk ini bersarang dan berkembang biak di lubang pohon yang tergenang air.

  • Aktif di malam hari

Ciri khas lain dari nyamuk Aedes aegypti adalah waktu gigitannya. Nyamuk ini bisa mengigit manusia kapan saja, tetapi biasanya lebih aktif di malam hari. Jadi, Anda tetap perlu mewaspadai gigitan nyamuk Aedes aegypti sepanjang hari.

MENGENAL NYAMUK AEDES AEGYPTY

  • Nyamuk ini hidup di iklim tropis, subtropis, dan sedang, tetapi dapat hidup dalam kisaran suhu yang lebih luas dan suhu yang lebih dingin daripada Ae. aegypti.
  • Karena nyamuk ini memakan hewan dan juga manusia, mereka cenderung menyebarkan virus seperti , demam berdarah, chikungunya, dan virus lainnya.
  • Banyak daerah di Indonesia memiliki jenis nyamuk yang dapat terinfeksi dan menyebarkan virus chikungunya, dan demam berdarah.
  • Aedes aegypti atau Ae. nyamuk albopictus dapat menyebabkan wabah, jika semua hal berikut terjadi:
  • Orang terinfeksi virus (demam berdarah, atau chikungunya).
  • Aedes Aegypti atau Ae. nyamuk albopictus menggigit orang yang terinfeksi selama minggu pertama infeksi ketika virus dapat ditemukan dalam darah orang tersebut.
  • Nyamuk yang terinfeksi hidup cukup lama untuk virus berkembang biak dan nyamuk menggigit orang lain.
  • Siklus berlanjut beberapa kali untuk memulai wabah.